php hit counter
Home / Fiqh dan Muamalah / Mengkhususkan Malam Jum’at untuk Shalat Malam

Mengkhususkan Malam Jum’at untuk Shalat Malam

Mengkhususkan malam Jum’at untuk shalat malam

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي، وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ، إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ

“Janganlah kalian mengkhususkan malam Jum’at dengan shalat malam di antara malam-malam yang lain, dan jangan pula mengkhususkan hari Jum’at dengan berpuasa, kecuali memang bertepatan dengan hari puasanya.” (HR. Muslim no. 1144)

Telah kami sebutkan di seri sebelumnya penjelasan dari Ibnul Qayyim rahimahullahu Ta’ala tentang hikmah di balik larangan tersebut.

Sengaja meninggalkan shalat Jum’at

Termasuk kemungkaran yang banyak kita lihat di hari Jum’at adalah banyaknya kaum muslimin yang meninggalkan shalat Jum’at tanpa ada udzur syar’i. Mereka tetap sibuk dengan aktivitas pekerjaan atau aktivitas lainnya dan tidak mendatangi masjid untuk mendirikan shalat Jum’at.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan wajibnya shalat Jum’at. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

“Berangkat shalat Jum’at adalah kewajiban atas setiap lelaki yang sudah baligh.” (HR. An-Nasa’i no. 1371, shahih)

Penegasan kewajiban shalat Jum’at ini juga disertai ancaman bagi orang-orang yang sengaja meninggalkannya. Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum, bahwa mereka mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara di atas mimbar,

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ، أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ، ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Hendaklah mereka berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at, atau Allah Ta’ala akan mengunci mati hati mereka, kemudian jadilah mereka orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim no. 865)

Juga diriwayatkan dari Abul Ja’d Adh-Dhamri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

“Siapa saja yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at secara sengaja, maka Allah Ta’ala akan mengunci mati hatinya.” (HR. Abu Dawud no. 1052, An-Nasa’i no. 136, hadits hasan shahih)

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang-orang yang meninggalkan shalat Jum’at,

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلًا يُصَلِّي بِالنَّاسِ، ثُمَّ أُحَرِّقَ عَلَى رِجَالٍ يَتَخَلَّفُونَ عَنِ الْجُمُعَةِ بُيُوتَهُمْ

“Sungguh aku ingin memerintahkan seseorang untuk mengimami shalat orang-orang, kemudian aku membakar rumah orang-orang yang meninggalkan shalat Jum’at.” (HR. Ahmad no. 3816. Syaikh Al-Arnauth berkata bahwa sanadnya shahih sesuai dengan syarat Muslim.”

Hendaknya kaum muslimin memperhatikan kewajiban-kewajiban dalam agamanya, termasuk shalat Jum’at. Adapun yang dikecualikan dari kewajiban shalat Jum’at adalah anak kecil, perempuan, orang sakit dan musafir (yang sedang melakukan perjalanan jauh).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً: عَبْدٌ مَمْلُوكٌ، أَوِ امْرَأَةٌ، أَوْ صَبِيٌّ، أَوْ مَرِيضٌ

“Shalat Jum’at adalah hak yang wajib ditunaikan oleh setiap orang yang baligh, kecuali empat golongan: budak, perempuan, anak-anak dan orang sakit.” (HR. Abu Dawud no. 1067, shahih)

[Bersambung]

***

@Puri Gardenia, 7 Rabi’ul akhir 1440/ 15 Desember 2018

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel: Muslim.Or.Id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
Loading...

Check Also

Bacaan Ruqyah dan Doa Ketika Sulit Melahirkan

Meja redaksi dakwah.id mendapat pertanyaan soal bacaan ruqyah dan doa ketika sulit melahirkan. Dalam istilah …

%d bloggers like this: