php hit counter
Home / Penyejuk Hati / Kutunggu Engkau di Telagaku (Bag. 5)

Kutunggu Engkau di Telagaku (Bag. 5)

Baca pembahasan sebelumnya Kutunggu Engkau di Telagaku (Bag. 4)

Keberadaan Telaga Nabi saat Ini

Di antara yang menjadi keyakinan (aqidah) ahlus sunnah adalah bahwa telaga Nabi itu sudah ada saat ini. Hal ini sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan dari ‘Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menshalati para korban perang Uhud setelah delapan tahun, seolah-olah seperti perpisahan antara orang yang hidup dengan orang yang telah mati. Kemudian beliau naik mimbar seraya berkata,

إِنِّي بَيْنَ أَيْدِيكُمْ فَرَطٌ، وَأَنَا عَلَيْكُمْ شَهِيدٌ، وَإِنَّ مَوْعِدَكُمُ الحَوْضُ، وَإِنِّي لَأَنْظُرُ إِلَيْهِ مِنْ مَقَامِي هَذَا، وَإِنِّي لَسْتُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا، وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا أَنْ تَنَافَسُوهَا

“Sesungguhnya aku mendahului kalian. Dan aku adalah saksi atas kalian. Sungguh, yang dijanjikan atas kalian adalah telaga. Dan aku benar-benar telah melihatnya dari tempatku ini. Aku tidaklah lebih khawatir terhadap syirik yang kalian perbuat. Akan tetapi, yang lebih aku khawatirkan atas kalian adalah dunia yang akan kalian perebutkan” (HR. Bukhari no. 4042).

Apakah Nabi yang Lain juga Memiliki Telaga?

Terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama apakah nabi-nabi yang lain juga memiliki telaga. Perbedaan ini dibangun di atas pembicaraan tentang status hadits yang diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri rahimahullah dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوْضًا وَإِنَّهُمْ يَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةً، وَإِنِّي أَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً

“Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga. Dan mereka akan saling berlomba (berbangga), siapa di antara mereka yang telaganya paling banyak dikunjungi. Dan aku berharap bahwa aku adalah orang yang telaganya paling banyak pengunjungnnya (HR. At-Tirmidzi no. 2443).

Hadits ini diperselisihkan status shahihnya. Dan di antara ulama yang menilai hadits ini hasan adalah Syaikh Ibnu Baaz dan Syaikh Al-Albani rahimahumullah. Sehingga kita katakan bahwa nabi-nabi yang lain juga memiliki telaga. Meskipun demikian, telaga yang paling istimewa adalah telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mendapatkan suplai air dari surga.

Penutup

Demikianlah pembahasan yang dapat kami sampaikan terkait keimanan terhadap telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita berdoa kepada Allah Ta’ala semoga kita termasuk di antara umatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bisa minum dari telaga Nabi sehingga kita tidak merasakan haus ketika berada dalam masa penantian yang sangat lama di padang Mahsyar. Dan di antara sebab yang bisa membuat kita datang ke telaga Nabi dan meminum air telaga Nabi adalah berpegang teguh dengan ajaran (sunnah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, konsisten (istiqamah) di atasnya dan menjauhkan diri dari bid’ah. Juga dengan menjauhi berbagai macam maksiat dan dosa besar.

[Selesai]

***

Diselesaikan di malam hari, Rotterdam NL, 26 Rabi’uts Tsani 1439/ 13 Januari 2018

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Baca juga:

  1. Huruf “Wau” Yang Membedakan Ahli Surga Dan Ahli Neraka
  2. Gapai Surga dengan Ilmu Agama
  3. Buah-Buahan Di Surga, Gambaran Kenimatan Tiada Tara

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.or.id

Referensi:

Al-Imaan bimaa Ba’dal Maut: Masaa’il wa Dalaa’il, karya Ahmad bin Muhammad bin Shadiq An-Najaar, cet. Daar An-Nashihah tahun 1434, hal. 214-230.

Syarh Ushuul As-Sunnah lil Imam Ahmad, karya Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidzahullahu Ta’ala, cet. Daar Al-Mirats An-Nabawi tahun 1436, hal. 56-58.

Ceramah Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA hafidzahullahu Ta’ala berjudul “Kutunggu Kau di Telagaku”, link: https://www.youtube.com/watch?v=g603s6BUrag&t=1208s.

Print Friendly, PDF & Email

Loading...

Check Also

Keutamaan Berhias dengan Akhlak Mulia

Termasuk di antara keindahan ajaran agama Islam adalah agama ini mendorong umatnya untuk memiliki akhlak …