php hit counter
Home / Fiqh dan Muamalah / Doa Gempa Bumi; Apakah Ada Bacaan Khusus yang Dicontohkan Rasulullah?

Doa Gempa Bumi; Apakah Ada Bacaan Khusus yang Dicontohkan Rasulullah?

Doa gempa Bumi – Fenomena bencana alam gempa bumi merupakan bagian dari tanda kekuasaan Allah ‘azza wajalla di alam semesta ini. Bagi hamba-hambanya yang bertakwa, gempa bumi adalah tazkirah; peringatan agar para hamba-Nya senantiasa memperkuat keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah ‘azza wajalla. Bagi hamba-hamba-Nya yang bermaksiat, terjadinya gempa bumi adalah azab dan hukuman atas kemaksiatan ia mereka perbuat.

Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya selalu terjaga untuk senantiasa mengingat Allah ‘azza wajalla, melaksanakan perintah-perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya. Dengan harapan, segala bentuk peristiwa yang terjadi di sekelilingnya, atau yang menimpa dirinya, seluruhnya menjadi kebaikan bagi dirinya dan muslim yang lain. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak doa dan zikir ketika peristiwa tersebut terjadi.

 

Simak liputan Gempa Bumi wilayah Indonesia DI SINI.
gempa bumi lombok 5 agustus 2018
Gempa Bumi Lombok, Agustus 2018

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.”

فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syetan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.”

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 42-44)

Para ulama fikih menganjurkan kepada kaum muslimin untuk memperbanyak zikir dan doa ketika terjadi gempa bumi. Selain doa dan zikir, para ulama fikih juga menganjurkan bagi saudara-saudara muslim yang terkena musibah gempa bumi untuk memperbanyak sedekah, istighfar, dan mengintrospeksi diri atas dosa-dosa yang telah diperbuat untuk kemudian memohon ampun kepada Allah ‘azza wajalla dengan sebenar-benarnya tobat.

Baca Juga: Apakah Khutbah Shalat Gerhana Itu Wajib?

Syaikh Zakariya al-Anshari menjelaskan dalam kitab Asna al-Mathalib Syarh Raudhuth Thalib (1/288), “Dianjurkan bagi setiap muslim untuk merendahkan diri di hadapan Allah ‘azza wajalla dengan memperbanyak doa dan semisalnya ketika terjadi gempa bumi, petir atau halilintar, angin kencang, atau bencana alam lainnya. Selain itu, hendaknya ia juga melaksanakan shalat sendiri-sendiri di rumahnya agar tidak lalai (dari mengingat Allah ‘azza wajalla). Ketika terjadi bencana angin ribut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ ماَ فِيْهَا، وَخَيْرَ ماَ أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيْهَا، وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ.

ALLAHUMMA INNII ASALUKA KHAIRAHAA WA KHAIRA MAA FIIHAA WA KHAIRA MAA URSILAT BIHI WA A’UUDZU BIKA MIN SYARRIHAA WA SYARRI MAA FIIHAA WA SYARRI MAA URSILAT BIHI

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya, kebaikan apa yang terdapat padanya, kebaikan apa yang dibawanya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya.” (HR. Muslim No. 1496)

Gempa Bumi di Lombok, NTB

Apakah Rasulullah Pernah Mencontohkan Bacaan Doa Gempa Bumi?

Syaikh muhammad Shalih al-Munajjid berpendapat bahwa sebenarnya memang tidak dijumpai bacaan atau doa tertentu yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika terjadi gempa bumi.

Apa alasannya? Karena semasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup baik di Mekkah atau pun di Madinah beliau belum pernah menemui adanya fenomena alam berupa gempa bumi.

Memang dijumpai beberapa riwayat yang menginformasikan terjadinya gempa bumi di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun sanad dan riwayat informasi ini dinilai lemah oleh banyak ulama hadits.

Meski tidak ada lafal zikir atau doa khusus yang disunahkan untuk dibaca karena ada sebab bencana gempa bumi, bukan berarti umat Islam yang tertimpa atau menyaksikan adanya kejadian alam tersebut lantas tidak berdoa.

Ketika sebagian umat Islam tertimpa bencana alam gempa bumi, mereka tetap dianjurkan untuk segera mengintrospeksi diri mereka; bermuhasabah atas dosa dan maksiat yang telah dilakukan lalu kemudian segera bertobat kepada Allah ‘azza wajalla.

Karena bisa jadi, bencana alam berupa gempa bumi yang menimpa mereka adalah bentuk peringatan dan hukuman dari Allah ‘azza wajalla atas tingkah laku penduduk wilayah tersebut atas kemaksiatan dan ketidakpatuhan mereka kepada perintah dan larangan Allah ‘azza wajalla.

Baca Juga: Jenazah Korban Bunuh Diri Dishalati Atau Enggak? Bagaimana Pendapat Ulama?

Selain bersegera untuk bertobat kepada Allah ‘azza wajalla, umat Islam yang tertimpa bencana gempa bumi juga hendaknya memperbanyak doa dengan doa-doa umum yang bisa dimengerti, dan banyak-banyak berzikir; mengingat Allah ‘azza wajalla, juga bersedekah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah ‘azza wajalla atas segala nikmat-Nya.

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menjelaskan,

“Tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi, gerhana matahari, gerhana bulan, angin ribut, banjir bandang, dan gejala alam lainnya adalah bersegera bertobat kepada Allah ‘azza wajalla, bersimpuh di hadapan-Nya, memohon ampun kepada-Nya, dan memperbanyak zikir serta istighfar.”

Syaikh Ibnu Baz mendasarkan anjuran ini pada nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabatnya ketika terjadi fenomena gerhana matahari,

فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Maka jika kalian melihat sesuatu padanya (gerhana), maka segeralah untuk mengingat Allah, berdoa dan minta ampunan.” (Muttafaq ‘Alaih)

Beliau melanjutkan, “Dianjurkan pula untuk mengasihi orang-orang fakir dan miskin serta bersedekah untuk mereka, berdasar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ارْحَمُوا تُرْحَمُوا

Kasihilah, maka engkau akan dikasihi.” (HR. Ahmad)

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar-Rahman, berkasih sayanglah kepada siapa pun yang ada di bumi, niscaya Yang ada di langit akan mengasihi kalian.” (HR. At-Tirmizi No. 1847)

مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ

Barangsiapa tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi.” (HR. Al-Bukhari No. 5538)

Diriwayatkan pula dari Umar bin Abdul Aziz, beliau pernah menulis surat kepada istrinya ketika terjadi gempa bumi yang isinya perintah untuk bersedekah.” (Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Baz, 9/150)

 

Jika Tidak Ada Lafal Sunah Doa Gempa Bumi, Apa yang Harus Dilakukan?

Karena tidak ada contoh secara jelas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang doa gempa bumi, maka sebagian ulama menganjurkan untuk berdoa dengan doa ketika terjadi angin ribut (atau dengan doa umum lainnya yang dapat dipahami tanpa meyakininya sebagai sebuah sunah Rasul) karena keduanya memiliki kesamaan sebagai suatu fenomena bencana alam. Doa tersebut adalah,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ ماَ فِيْهَا، وَخَيْرَ ماَ أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيْهَا، وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ.

ALLAHUMMA INNII ASALUKA KHAIRAHAA WA KHAIRA MAA FIIHAA WA KHAIRA MAA URSILAT BIHI WA A’UUDZU BIKA MIN SYARRIHAA WA SYARRI MAA FIIHAA WA SYARRI MAA URSILAT BIHI

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya, kebaikan apa yang terdapat padanya, kebaikan apa yang dibawanya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya.” (HR. Muslim No. 1496)

Selain melantunkan doa ketika terjadi gempa bumi, hal lain yang hendaknya dilakukan jika tertimpa musibah gempa bumi atau bencana alam lainnya adalah memperbanyak tobat, memohon ampun kepada Allah ‘azza wajalla, memperbanyak sedekah, tetap husnuzan kepada Allah ‘azza wajalla, dan memperbanyak sedekah. Wallahu a’lam [Shodiq/dakwah.id]

 

Loading...

Check Also

Sikap Ghuluw itu Terlarang dalam Islam, Kenapa Demikian?

Sikap Ghuluw itu Terlarang dalam Islam, Kenapa Demikian?—Ahlu Sunnah wal Jamaah, atau oleh kalangan santri …

%d bloggers like this: