php hit counter
Home / Semua (page 2)

Semua

Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.5)

Baca pembahasan sebelumnya Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.4) Konsekwensi jika “استوى على العرش ” diterjemahkan dengan “bersemayam di atas ‘Arsy” Setelah kita mengetahui makna bahasa lafazh istawa ‘ala (اِسْتَوَى عَلَى) dalam bahasa sumber (bahasa Arab), maupun makna “semayam” dalam bahasa sasaran (bahasa Indonesia), maka dapat dipahami bahwa jika dipaksakan lafazh …

Read More »

Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.4)

Baca pembahasan sebelumnya Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.3)   Makna “bersemayam” dalam bahasa Indonesia. Dalam KBBI (Kamus Bahasa Besar Indonesia) kata tersebut diartikan : semayam /se·ma·yam/, bersemayam /ber·se·ma·yam/ v 1 hor duduk: baginda pun – di atas singgasana dikelilingi oleh para menteri dan hulubalang; 2 hor berkediaman; tinggal:Sultan Iskandar Muda …

Read More »

Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.3)

Baca pembahasan sebe;umnya Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.2) Berikut ini beberapa nukilan dari para imam Salafush Sholeh tentang tafsir yang masyhur dari lafadz istawa ‘ala (اِسْتَوَى عَلَى)  dan makna bahasa dari Ahli bahasa Arab : Tafsir yang masyhur dari para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang makna istawa ‘ala (اِسْتَوَى …

Read More »

Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.2)

Baca pembahasan sebelumnya Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.1) Makna “ استوى على ” dalam bahasa Arab Lafazh istawa ‘ala (اِسْتَوَى عَلَى) secara bahasa Arab tidak mungkin dipahami kecuali bermakna عَلاَ  artinya: “ tinggi di atas ”, oleh karena itu dalam tafsiran Salafush Sholeh terhadap lafadz ini, tidaklah keluar dari …

Read More »

Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.1)

Bismillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah,amma ba’du : Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mendefinisikan istilah terjemah sebagai berikut : Secara bahasa, at-tarjamah diperuntukkan untuk beberapa makna, yang semuanya kembali kepada “penjelasan dan penerangan”. Adapun secara istilah adalah التعبيرعن الكلام بلغة أخرى “Mengungkapkan suatu ucapan/materi teks (dari bahsa sumber) dengan …

Read More »

Rububiyyah dan ‘Ubudiyyah yang Bersifat Umum dan Khusus (Bag. 2)

Baca pembahasan sebelumnya Rububiyyah dan ‘Ubudiyyah yang Bersifat Umum dan Khusus (Bag. 1) ‘Ubudiyyah (penghambaan) yang bersifat umum dan khusus Sama persis dengan istilah rububiyyah, istilah ‘ubudiyyah (penghambaan) juga memiliki dua pengertian. Pertama, ‘ubudiyyah ‘ammah (عبودية عامة) atau ‘ubudiyyah yang bersifat umum. Maksudnya, semua makhluk adalah hamba Allah Ta’ala. Karena …

Read More »

Rububiyyah dan ‘Ubudiyyah yang Bersifat Umum dan Khusus (Bag. 1)

Di antara dua kata yang sering kita jumpai dalam Al-Qur’an adalah kata “Rabb” (rububiyyah) yang merupakan sifat Allah Ta’ala dan kata “al-‘abdu atau ‘ubudiyyah” (penghambaan) yang merupakan sifat dari hamba-hamba Allah Ta’ala. Lalu apa maksud keduanya? Rububiyyah (ketuhanan) yang bersifat umum dan khusus Ketika kita menggali ayat-ayat Al-Qur’an dan menjumpai …

Read More »

Rincian Kekafiran yang Membatalkan Iman (Bag. 2)

Baca pembahasan sebelumnya Rincian Kekafiran yang Membatalkan Iman (Bag. 1) Edisi kali ini kami masih melanjutkan rincian kafir akbar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan juga membahas tentang kafir ashghar. 5. Kafir karena membenci ajaran syariat (kafir al-bu’dhu) Yaitu, seseorang membenci satu saja dari ajaran syariat yang tidak diragukan bahwa …

Read More »

Terkadang Adzab Kubur Diperlihatkan kepada Manusia

Sebagai seorang muslim, tentu kita yakin dengan adzab dan nikmat di kubur. Hukum asalnya adzab dan nikmat kubur ini adalah perkara yang ghaib, meskipun hal ini adalah perkara ghaib, kita sebagai orang yang beriman tetap meyakini dan membenarkan adzab dan nikmat kubur. Dalil-dalilnya sangat banyak baik dari Al-Quran dan Sunnah …

Read More »

Rincian Kekafiran yang Membatalkan Iman (Bag. 1)

Di antara hal yang wajib dipelajari oleh setiap muslim adalah mengenal hal-hal yang dapat membatalkan atau mengurangi kesempurnaan iman. Termasuk di dalamnya adalah mengenal semua ucapan, perbuatan dan keyakinan yang termasuk dalam kekafiran. Seseorang harus mengenal keburukan, agar bisa waspada dan menjauh darinya. Demikian pula, agar seseorang bisa menilai dirinya …

Read More »