php hit counter
Home / Semua / Aqidah

Aqidah

Keistimewaan dan Keutamaan Tauhid (Bag. 3)

Baca pembahasan sebelumnya Keistimewaan dan Keutamaan Tauhid (Bag. 2) Di seri terakhir tulisan ini, kami akan membahas sedikit dari buah dan faedah dari terwujudkannya tauhid dalam kehidupan seorang hamba. Buah dan Faedah dari Terwujudkannya Tauhid dalam Kehidupan Tauhid memiliki buah dan faedah yang sangat banyak dan tidak bisa dihitung jumlahnya. …

Read More »

Keistimewaan dan Keutamaan Tauhid (Bag. 2)

Baca pembahasan sebelumnya: Keistimewaan dan Keutamaan Tauhid (Bag. 1) Keistimewaan dan keutamaan tauhid (lanjutan) Ke lima, aqidah tauhid itu selamat dari pertentangan. Inilah di antara keistimewaan aqidah tauhid, berbeda dengan aqidah-aqidah batil lainnya yang tidak selamat dari kegoncangan dan pertentangan (tidak konsisten). Allah Ta’ala berfirman, أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ …

Read More »

Keistimewaan dan Keutamaan Tauhid (Bag. 1)

Perlu kita ketahui bahwa tauhid memiliki keistimewaan dan keutamaan yang banyak. Hal ini menunjukkan tingginya kedudukan tauhid dalam agama yang mulia ini. Berikut ini kami akan membahas sedikit tentang keistimewaan dan keutamaan tauhid. Keistimewaan dan keutamaan tauhid Pertama, tauhid adalah tujuan penciptaan manusia. Artinya, Allah Ta’ala menciptakan manusia untuk mewujudkan …

Read More »

Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.5)

Baca pembahasan sebelumnya Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.4) Konsekwensi jika “استوى على العرش ” diterjemahkan dengan “bersemayam di atas ‘Arsy” Setelah kita mengetahui makna bahasa lafazh istawa ‘ala (اِسْتَوَى عَلَى) dalam bahasa sumber (bahasa Arab), maupun makna “semayam” dalam bahasa sasaran (bahasa Indonesia), maka dapat dipahami bahwa jika dipaksakan lafazh …

Read More »

Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.4)

Baca pembahasan sebelumnya Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.3)   Makna “bersemayam” dalam bahasa Indonesia. Dalam KBBI (Kamus Bahasa Besar Indonesia) kata tersebut diartikan : semayam /se·ma·yam/, bersemayam /ber·se·ma·yam/ v 1 hor duduk: baginda pun – di atas singgasana dikelilingi oleh para menteri dan hulubalang; 2 hor berkediaman; tinggal:Sultan Iskandar Muda …

Read More »

Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.3)

Baca pembahasan sebe;umnya Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.2) Berikut ini beberapa nukilan dari para imam Salafush Sholeh tentang tafsir yang masyhur dari lafadz istawa ‘ala (اِسْتَوَى عَلَى)  dan makna bahasa dari Ahli bahasa Arab : Tafsir yang masyhur dari para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang makna istawa ‘ala (اِسْتَوَى …

Read More »

Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.2)

Baca pembahasan sebelumnya Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.1) Makna “ استوى على ” dalam bahasa Arab Lafazh istawa ‘ala (اِسْتَوَى عَلَى) secara bahasa Arab tidak mungkin dipahami kecuali bermakna عَلاَ  artinya: “ tinggi di atas ”, oleh karena itu dalam tafsiran Salafush Sholeh terhadap lafadz ini, tidaklah keluar dari …

Read More »

Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa` (Bag.1)

Bismillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah,amma ba’du : Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mendefinisikan istilah terjemah sebagai berikut : Secara bahasa, at-tarjamah diperuntukkan untuk beberapa makna, yang semuanya kembali kepada “penjelasan dan penerangan”. Adapun secara istilah adalah التعبيرعن الكلام بلغة أخرى “Mengungkapkan suatu ucapan/materi teks (dari bahsa sumber) dengan …

Read More »

Rububiyyah dan ‘Ubudiyyah yang Bersifat Umum dan Khusus (Bag. 2)

Baca pembahasan sebelumnya Rububiyyah dan ‘Ubudiyyah yang Bersifat Umum dan Khusus (Bag. 1) ‘Ubudiyyah (penghambaan) yang bersifat umum dan khusus Sama persis dengan istilah rububiyyah, istilah ‘ubudiyyah (penghambaan) juga memiliki dua pengertian. Pertama, ‘ubudiyyah ‘ammah (عبودية عامة) atau ‘ubudiyyah yang bersifat umum. Maksudnya, semua makhluk adalah hamba Allah Ta’ala. Karena …

Read More »

Rububiyyah dan ‘Ubudiyyah yang Bersifat Umum dan Khusus (Bag. 1)

Di antara dua kata yang sering kita jumpai dalam Al-Qur’an adalah kata “Rabb” (rububiyyah) yang merupakan sifat Allah Ta’ala dan kata “al-‘abdu atau ‘ubudiyyah” (penghambaan) yang merupakan sifat dari hamba-hamba Allah Ta’ala. Lalu apa maksud keduanya? Rububiyyah (ketuhanan) yang bersifat umum dan khusus Ketika kita menggali ayat-ayat Al-Qur’an dan menjumpai …

Read More »