php hit counter
Home / Penyejuk Hati (page 2)

Penyejuk Hati

10 Kaidah dalam Mensucikan Jiwa (Bag. 7)

Baca pembahasan sebelumnya 10 Kaidah dalam Mensucikan Jiwa (Bag. 6) Kaidah keenam: Menutup pintu yang dapat mengeluarkan seseorang dari kesucian jiwa, menjauhkannya dari keutamaan dan menjerumuskannya ke dalam kehinaan Seorang hamba memiliki kebutuhan yang sangat mendesak untuk menutup pintu yang dapat merusak dan mengotori jiwanya. Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa …

Read More »

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 6)

Kaidah kelima: Membersihkan dan menghiasi Sesungguhnya hakikat penyucian jiwa adalah diawali dengan membersihkan jiwa (takhliyyah) (تخلية), yaitu membersihkannya dari kotoran, maksiat, dan perbuatan dosa, setelah itu menghiasinya (tahliyyah) (تحلية) dengan melakukan berbagai amal ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah Ta’ala. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala, خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً …

Read More »

Pulang Lah Nak, Berbakti pada Ibu-mu

Semua orang tua pasti ingin dekat dengan anak-anaknya, terutama di masa tua dan masa sepuh mereka. Setiap orang tua, terutama ibu pasti sangat ingin berada bersama anak-anak yang sangat ia cintai. Tidak jarang sang ibu meminta anaknya agar tidak tinggal jauh darinya atau agar tidak tinggal di luar kota, atau …

Read More »

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 5)

Baca pembahasan sebelumnya 10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 4) Kaidah keempat: Mencari seseorag sebagai panutan dan teladan Allah Ta’ala berfirman, لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, …

Read More »

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 4)

Baca pembahasan sebelumnya Sepuluh Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 3) Kaidah ketiga: Al-Qur’an Al-Karim adalah sumber mata air penyucian jiwa Allah Ta’ala berfirman, لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman …

Read More »

Agar Aku Sukses Menuntut Ilmu 4 : Jangan Mubadzirkan Semangat Belajarmu

Baca pembahasan sebelumnya Agar Aku Sukses Menuntut Ilmu #3 : Optimalkan Minat Belajar Bismillah… Mubadzir itu, saat kita kerahkan semua minat dan semangat belajar, hanya kepada ilmu-ilmu duniawi, tanpa sedikitpun dikerahkan untuk belajar ilmu agama. Sangat merugi, ketika kita ahli di suatu bidang duniawi, bertahun-tahun giat mempelajari, tapi kita tidak …

Read More »

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 3)

Baca pembahasan sebelumnya Sepuluh Kaidah dalam Mensucikan Jiwa (Bag. 2) Kaidah kedua: Doa adalah kunci penyucian jiwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah dibandingkan doa.” (HR. Tirmidzi no. 3370, Ibnu Majah no. 3829, …

Read More »

10 Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 2)

Baca pembahasan sebelumnya Sepuluh Kaidah dalam Menyucikan Jiwa (Bag. 1) Kaidah pertama: Tauhid adalah kunci pokok penyucian jiwa Sesungguhnya, tauhid adalah tujuan Allah Ta’ala ketika menciptakan kita, sebagaimana firman Allah Ta’ala, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ “Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat …

Read More »

Menangis dan Menceritakan Musibah Kepada Orang Lain

Salah satu tanda tinggi tauhid seseorang adalah menyandarkan diri kepada Allah. Allah adalah tempat paling pertama sebagai tempat ia mengadu semua permasalahannya, curhat dan bahkan menangis kepada Allah. Sebaliknya, salah satu tanda kurangnya tauhid seseorang adalah ia lupa kepada Allah. Ketika ada masalah, ia langsung mengadu kepada makhluk, mengadu kepada …

Read More »